|
Awareness & Framework Security Policy PENDAHULUAN Perkembangan Internet benar-benar telah merubah cara hidup dan pola business perusahaan dan manusia selama ini, sampai-sampai saat ini dikenal istilah dalam psikologi yaitu ”internetholic”, dimana ketergantungan seseorang terhadap layanan dan koneksi Internet dan akan merasa gelisah jika tidak online dalam sehari dan cepat spanning karena koneksi yang lambat, mau tidak mau lambat laun membuat hidupnya lebih individualisme karena kurangnya sosialisasi dengan masyarakat sekitar dan lebih banyak ”bersosialisasi” dengan lingkungan secara virtual. Internet, banyak sekali definisinya, penulis lebih suka mendefinisikan internetworking network, sebuah jaringan yang besar yang melibatkan banyak server dan resources lainnya untuk dapat dimanfaatkan dan diintegrasikan dalam satu jaringan tanpa mengenal jarak dan teknologi yang digunakan di setiap end usernya. Begitu juga dengan perkembangan dan kebutuhan akan solusi dari komunikasi data sebuah perusahaan business (banking, retailed, manufacture, services, dan lain-lain), saat ini cenderung sebuah perusahaan mempunyai banyak cabang di banyak tempat yang terpisah oleh jarak dan secara geografis. Kebutuhan komunikasi ini biasanya digunakan untuk transfer data, sinkronisasi database, integrasi data / informasi, kebutuhan komunikasi suara menggunakan VoIP, Teleconference untuk keperluaan meeting secara virtual sampai dengan integrasi system dengan menggunakan teknologi ERP/CRM/ Supply Chain. Pada saat sebuah perusahaan telah atau akan mengintegrasikan jaringannya secara terpusat untuk keperluan proses bisnisnya dengan menggunakan komunikasi data via jaringan private tau sewa seperti Leased Channel, VSAT, VPN atau bahkan menggunakan jaringan public Internet), Maka ada suatu permasalahan lain yang sangat krusial yaitu ”Keamanan atau Security”. Karena tidak ada yang sistem yang aman didunia ini selagi masih dibuat oleh tangan anusia, mengapa karena kita hanya membuat meningkatkan dari yang tidak aman menjadi aman dan biasanya keamanan akan didapat setelah lubang / vurnability system diketahui oleh hacker atau cracker. Ancaman banyak sekali seperti Virus, Trojan, Worm, DoS, hacker, cracker, carder, sniffing, defaced, Buffer Overflow, dan sebagainya dengan apapun istilah underground yang banyak sekali saat ini, yang pasti akan menyusahkan kita pada saat ancaman-ancaman ini ”menyerang”. Karena akan semakin kompleksnya administrasi dari jaringan skala luas (WAN) maka diperlukan suatu mekanisme keamanan dan metode untuk dapat mengoptimalkan sumber daya jaringan tersebut, semakin besar suatu jaringan maka makin rentan terhadap serangan dan semakin banyak vurnability yang terbuka. Ada banyak teknologi yang menawarkan security jaringan ini. Masing-masing teknologi yang ditawarkan tersebut mempunyai dasar yang sama, yaitu untuk melindungi system jaringan dari akses yang tidak berhak dan membatasi suatu layanan yang sesuai dengan policy dari perusahaan. Kalau kita simak perkembangan teknologi security yang dahulu masih sangat sederhana sampai yang kompleks saat ini, sebut saja beberapa penyedia atau vendor peralatan dan penyedia jasa security baik yang berbasis hardware atau software seperti Cisco, Nortel, IBM, Cyber guard, Check Point, ISA Server Microsoft, dan sebagainya yang semuanya menyediakan ’one stop solutions’ untuk permasalahan keamanan jaringan komputer dan informasi. Saat ini banyak perusahaan yang rela membeli perangkat tersebut dengan nilai yang tidak murah. Hal ini karena kesadaran atau hanya karena ikut trend saja. Padahal belum tentu dengan berbelanja perangkat yang mahal dan total solutions akan menghindari atau meniadakan serangan dari jaringan publik seperti Internet, inilah yang sering salah tanggap dengan mengatakan ” kita telah membeli Firewall dan sistem keamanan yang canggih dari vendor X ” atau ” saat ini kita telah mengimplementasikan jaringan Firewall yang berlapis-lapis”. Statement ini tidak salah namun dari kaca mata penulis saat ini serangan tidak hanya berasal dari luar jaringan tapi juga banyak berasal dari dalam jaringan kita dan metode serangannya yang berbeda-beda. Maka akan hal yang bukan mustahil perangkat yang mahal tadi tidak berguna pada saat terjadiserangan, karena sistem yang baik tidak hanya dari perangkat hardware dan software tapi juga dari kebijakan yang dibuat oleh perusahaan tersebut. Kesadaran dari pucuk pimpinan sampai denga seluruh staff dan pegawai merupakan pula kunci utama keberhasilan dari system keamanan yang akan kita terapkan. Tulisan ini mungkin akan membuka wawasan kita tentang pentingnya ”Awareness terhadap keamanan sistem komputer dan Framework awal untukKebijakan Keamanan sistem komputer”. A .Awareness. Kesadaran yang penuh dari semua level manajemen, mungkin ini yang akan menjadi penekanan pada suatu sistem keamaman yang akan kita buat, tanpa ada kesadaran dari semua level diperusahaan tersebut maka secanggih apapun peralatan tersebut tidak akan optimal, misalnya contoh kasus - mempunyai router yang mahal dan canggih namun tidak diletakan ditempat khusus dan diatur dengan baik
- perusahaan membeli perangkat Firewall dan Antivirus Server berlicensed mahal, namun karena tidak ada kesadaran dari pegawai dengan tanpa berdosa mereka menyalin file dari media penyimpanan eksternal lainnya seperti flasdisk, hardisk, cd dan sebagainya tanpa melakukan checking antivrus lagi.
- Ada beberapa karyawan yang membuka attachment email yang tidak jelas asalnya
- Dengan gampangnya admin memberikan akses root ke server dan komputer karyawan.
- sharing files yang dibuka tanpa proteksi di sebuah jaringan
- install sofware third party yang tidak jelas kegunaannya dan software peer to peer untuk download share.
- menuliskan user password confidential pada secarik kertas dan ditempel di layar monitor atau catatan kecil yang mudah terlihat.
Secara garis besar keamanan sistem informasi dan komputer dapat dibagi dua yaitu keamanan secara phisikal dan secara logikal. Secara Phisik berarti bagaimana kita mengamankan semua infrastruktur peralatan sistem keamanan kita baik dari sisi server, ruangan, kabel, system backup redundant system, system cadangan power listrik dan lain-lain sedangkan keamanan secara logikal tentang metode keamanan seperti protocol yang digunakan, metode komunikasi datanya, model basis datanya dan sistem operasinya. Contoh mengambarkan pengamanan secara phisik, film mission imposible, twelve thirteen, independent days, dimana para jagoan tersebut masuk ke “jantung” servernya dan melakukan penetrasi serangan untuk melumpuhkan sistem komputernya. B. Framework Security Policy Dalam membuat suatu policy tentang sistem keamanan, ada beberapa hal yang bisa mejadi pedoman awal sebelum menetapkan suatu kebijakan, diantaranya ; 1. Computer Physical, membuat aturan baku tentang akses computer dan jaringan secara langsung misalnya kabel, server yang diletakkan diruangan khusus, hub, router, dan lainlain. Ruang server ini sering disebut NOC (Network Operating Center) yang biasanya diruangan khusus yang terpisah dari user dan terdapat rack-rack khusus untuk menempatkan perangkat jaringannya. Solusi ruangan server ini bisa menggunakan solusi dari PANDUIT (www.panduit.com), saat ini dalam implementasi pembangunan ruang khusus server bisa menggunakan solusi data center PANDUIT.  Gambar solusi penempatan server diruangan khusus 2. Koneksi kabel yang dilindungi, kabel UTP, STP atau coax dari gangguan sabotase langsung, perlindungan bisa menggunakan sistem cable duck / wiring duck atau menempatkan di dalam dinding dengan tambahan wallplate / outlet UTP. Gambar aksesoris perlengkapan kabel Sistem perkabelan selain untuk memperhatikan masalah keindahan secara visual tapi juga untuk membatasi masalah sabotase langsung pada jaringan kabelnya. Beberapa kasus penyadapan dilakukan dengan ”cut” langsung pada perkabelan LAN yang ada. Dengan menggunakan wiring duck kita dapat menutupi kabel agar terlihat lebih rapi dan menyusahkan jika ada yang mau melakukan network cable cut off. Ada standar dari TIA/EIA 568 A sistem perkabelan yang menggunakan sistem horizontal cable Gambar standar cabling dari TIA 3. membuat metode otentikasi di jaringan nirkabel, saat ini penggunaan W-LAN sudahmenggantikan jaringan fixed LAN, dikarenakan sifatnya yang mobile dan broadcast maka ada beberapa kelemahan mendasar yaitu metode hacking wireless. Metode otentikasi bias menggunakan RADIUS (Remote Access Dial-in User Services) yang tidak lagi menggunakan protocol WEP (Wired Equivalent Privacy) dan WPA (Wi-Fi Protected Access) yang mudah di tembus. 4. Membuat mesin Filtering dan otentikasi Firewall, jika perusahaan mempunyai server farm yang terintegrasi ke cabang-cabang atau mobile user dan telecomuters sudah seharusnya membuat sistem filtering atau FIREWALL. Firewall suatu metode hardware atau software yang tugas utamanya untuk melakukan penyaringan paket data yang boleh masuk dan keluar yang ditetapkan oleh perusahaan. Gambar contoh implementasi Firewall 5. Membuat password BIOS, LILO boots, Screen saver, user disarankan untuk membuat password di computer nya masing-masing untuk kepentingan keamanan pribadi, misalnya password untuk BIOS agar ngak bisa sembarang orang masuk ke konfig BIOS, password LILO Boots agar tidak semua orang bisa merubah dan membypass masuk ke system tanpa password dan password screen saver pada saat ditinggalkan berapa saat harus memasukan kata tertentu. 6. Automatic Lock, aturan yang memungkinkan penguncian sistem secara otomatis, jikaterjadi misalkan penulisan password yang salah sebanyak tiga kali. Ini sangat berguna untukuser yang bisa login ke server. 7. Check Log adminstrasi secara priodik dengan melakukan checking semua aktivitas system computer baik dari sisi akses ke user, jalannya daemon sistem, dan akses user ke sistem. 8. Closed Port / Services / Daemon, menutup port-port atau layanan-layanan yang tidak penting atau tidak digunakan. Ada banyak port yang terbuka di sistem operasi yang secara default digunakan aplikasi untuk terkoneksi ke sistem lainya. Biasanya dengan port inilah serangan dimulai, dari serangan worm, trojan, sampai dengan DOS dan DDOS. 9. Ganti password secara berkala (admin & user) dan dokumentasikan, Password yang baik selain terdiri dari karakter dan angka juga panjangnya, ada baiknya password diganti secara berkala misalnya 1 bulan sekali dan di dokumentasikan. Ada beberapa hal yangharus diperhatikan pada saat membuat password • Jangan pernah menggunakan kata-kata umum yang ada dikamus • Gunakan kombinasi huruf dan angka (besar dan kecil) • Min 5 karakter • Ganti secara berkala • Jangan gunakan password tentang pribadi : TTL, nama pacar, nama ortu, alamat, dll • Harus mudah diingat 10. New accounts, membatasi user baru dengan quota, memory dan akses beserta hak yang dimilikinya. Awareness & Framework Security Policy | ver. 1.o (23/12/07) 8 11. Account, apakah sebuah account dapat digunakan bersama, disaat accountnya ditolak apa yang harus dilakukan oleh user. Account yang expired seperti keluarnya pegawai / resign yang dahulu mendapatkan hak akses ke server seperti account mail, account web atau quota di server untuk menyimpan datanya harus segera dihapus setelah pegawai tersebut resmi resign dari perusahaan. 12. Checking Files, melakukan pemeriksaan secara intensif file atau software yang didapatkan dari luar sistem atau dari download di Internet 13. Remote account, melakukan checking misalnya remote account yang telah kadaluarsa 14. User id dan Group id, menerapkan kelompok-kelompok berdasarkan user dan kelompok agar mudah dimaintenence 15. Social engineering, metode dengan ”mengelabui” melakukan pencarian informasi tidak dengan cara penetrasi langsung ke sistem server, biasanya ini terjadi di perusahaan layanan yang menyediakan CSO (Customer Services Officer) atau Front Office yang langsung bersinggungan dengan customer, misalnya lewat telpon meminta untuk mengganti password atau menanyakan password yang katanya lupa. Atau dengan mencari-cari serpihan kertas yang dibuang tanpa dihancurkan terlebih dahulu padahal biasanya berisi informasi penting seperti password, nomer telpon, masalah keuangan, dan lain-lain 16. Root Security, sistem administrasi dengan menggunakan remote sistem harus melalui jaringan yang aman, misalnya VPN, SSL, atau SSH. 17. Remote User, disaat akan terkoneksi ke jaringan apa yang mesti dilakukan oleh user, bagaimana jika user akan terkoneksi ke jaringan local dari jaringan public. 18. Membatasi akses pegawai yang tidak berhak untuk bisa mengakses tempat tertentu,misalnya pegawai dibagian Riset sangat leluasa masuk dan keluar kantor bagian marketing /finances 19. Backup, membuat aturan dengan menerapkan kegiatan backup secara berkala atau menggunakan sistem cadangan, saat ini trend perkembangan DRC (Disaster Recovery Center) yang biasa digunakan perusahaan banking, dimana menggunakan server cadangan By Deddy Suryadi S Nama Suci : Driver |